Kemarau Mulai Melanda, BPBD Purbalingga Salurkan Bantuan Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak

Purbalingga desa

PURBALINGGA, PIJARNEWS.ID – Memasuki musim kemarau tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mencatat adanya tiga desa yang mulai dilanda krisis air bersih.

Kondisi ini menuntut langkah cepat pemerintah daerah untuk memasok kebutuhan air harian masyarakat setempat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, pada hari Senin menyampaikan bahwa laporan kekeringan telah diterima dari wilayah Kecamatan Karangreja, yakni Desa Serang dan Desa Kutabawa, serta satu desa di wilayah Kecamatan Rembang, yaitu Desa Wanogara Wetan.

banner 350x525

“Sampai dengan saat ini yang sudah melaporkan dan dilakukan dropping (pendistribusian) bantuan air, yakni Desa Serang dan Kutabawa, sedangkan Desa Wanogara Wetan baru melaporkan, belum dilakukan dropping air karena penampung air belum siap,” katanya.

Krisis pasokan air yang melanda warga Desa Serang dan Kutabawa—yang berlokasi di lereng Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 1.500 mdpl—rupanya tidak semata-mata dipicu oleh kemarau.

Bencana banjir dan tanah longsor yang sempat melanda sebelumnya turut merusak akses warga menuju sumber mata air utama. Akibatnya, masyarakat terpaksa menempuh perjalanan darat sejauh 1 hingga 2 kilometer demi mendapatkan pasokan air.

“Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan 20.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di Kecamatan Karangreja pada 19 Juni 2026,” katanya sebagaimana dikutip Antara.

Operasi pendistribusian tersebut dibagi secara merata. Sebanyak dua unit tangki berkapasitas 10.000 liter dikerahkan menuju Desa Kutabawa, sementara dua tangki sisanya dikirimkan ke Dusun Gunungmalang di Desa Serang.

Berbekal sinergi dengan aparatur desa setempat, penyaluran air bersih ini ditargetkan mampu mencukupi kebutuhan setidaknya 102 kepala keluarga (KK) atau sekitar 398 jiwa. Ia menegaskan bahwa BPBD akan terus bersiaga memantau eskalasi kekeringan di berbagai wilayah dan siap menerjunkan bantuan lanjutan jika ada daerah lain yang melapor.

“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menghadapi bencana kekeringan,” katanya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png