MALANG, PIJARNEWS.ID – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang kritis dan reflektif melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Nasional 2026.
Dengan mengusung tema “Kaum Cendekiawan dan Krisis Moral Perlawanan”, kegiatan ini menghadirkan intelektual publik, penulis, sekaligus aktivis sosial, Eko Prasetyo, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (13/6/2026) di Aula FISIP GKB I Lantai 6 UMM ini menjadi forum akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan pemikiran kritis mengenai relasi antara ilmu pengetahuan, moralitas, kekuasaan, serta gerakan sosial di Indonesia.
Kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa aktif Program Studi Sosiologi angkatan 2023, 2024, dan 2025 ini dipandu oleh Rajih Arraki, M.Soc.Sc Tema yang diangkat mencerminkan kegelisahan akademik terhadap berbagai fenomena sosial kontemporer, di mana semakin kompleksnya persoalan ketimpangan, kemiskinan, konflik sosial, hingga degradasi etika publik menuntut hadirnya peran kaum intelektual yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk menyuarakan keadilan.
Sebagai Founder Social Movement Institute, Eko Prasetyo dikenal luas sebagai pemikir yang konsisten mengangkat isu-isu pendidikan, kemiskinan, ketimpangan sosial, demokrasi, serta gerakan masyarakat sipil. Melalui berbagai karya tulisnya, termasuk buku Orang Miskin Dilarang Sekolah, ia kerap mengkritisi praktik-praktik ketidakadilan struktural yang masih membelenggu masyarakat Indonesia.
Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa untuk melihat kembali posisi kaum cendekiawan di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, intelektual tidak cukup hanya berperan sebagai pengamat yang menghasilkan teori, melainkan harus mampu menjadi bagian dari upaya transformasi sosial melalui keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan demokrasi.
Ia juga mengulas bagaimana krisis moral dalam berbagai bentuk gerakan perlawanan dapat muncul ketika perjuangan kehilangan orientasi etiknya. Oleh karena itu, moralitas menjadi fondasi utama yang harus menyertai setiap bentuk advokasi maupun gerakan sosial agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Program Studi Sosiologi FISIP UMM menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan dinamika masyarakat saat ini. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi maupun politik, tetapi juga menyangkut krisis integritas, melemahnya solidaritas sosial, serta berkurangnya sensitivitas terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori-teori sosiologi di ruang kelas, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas sosial yang mereka hadapi setiap hari. Seorang sosiolog harus memiliki kemampuan analitis sekaligus keberanian moral untuk berpihak pada nilai-nilai keadilan sosial,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kuliah tamu ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang menempatkan pengalaman praktis para akademisi, penulis, dan aktivis sebagai sumber belajar yang penting bagi mahasiswa. Interaksi langsung dengan narasumber diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa mengenai praktik-praktik perubahan sosial yang berkembang di Indonesia.
Melalui sesi pemaparan materi, dialog akademik, dan diskusi interaktif, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengkritisi berbagai persoalan sosial mulai dari ketimpangan ekonomi, marginalisasi kelompok rentan, relasi antara kekuasaan dan pengetahuan, hingga tantangan gerakan sosial pada era digital.
Selain memperkuat pemahaman teoritis, kuliah tamu ini juga diharapkan mampu membangun karakter mahasiswa sebagai intelektual muda yang memiliki kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, integritas akademik, serta tanggung jawab moral dalam merespons persoalan-persoalan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Nasional 2026, Program Studi Sosiologi FISIP UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang kritis, inklusif, dan transformatif. Diharapkan kegiatan ini mampu menjadi medium lahirnya gagasan-gagasan baru serta memperkuat peran mahasiswa sebagai calon intelektual yang tidak hanya memahami realitas sosial, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.














