Kemendes PDT: Desa Wisata Berpotensi Besar Jadi Penggerak Utama Ekonomi Perdesaan

Desa wisata

JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Sektor perekonomian kawasan perdesaan dinilai dapat dipacu melalui optimalisasi program desa wisata dari Kementerian Pariwisata. Menurut Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Zainudin Maliki, besarnya potensi ini tergambar dari data pemerintah yang mencatat bahwa desa wisata menyumbang sekitar 20 persen dari total 25 hingga 27 juta tenaga kerja di sektor pariwisata nasional.

“Ini menunjukkan desa wisata sangat strategis dan potensial untuk terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa,” ujarnya di Jakarta pada hari Jumat (24/7/2026).

banner 350x525

Sebagai bukti nyata keberhasilan program ini dalam mendongkrak kesejahteraan warga, ia memaparkan sejumlah contoh desa yang telah mandiri. Beberapa di antaranya adalah Desa Ponggok di Klaten yang meraup pendapatan hingga Rp12 miliar dari wisata air, Desa Kembangbelor di Mojokerto yang mampu membagikan dividen tahunan sebesar Rp4,5 miliar kepada warganya, serta Desa Setigi di Gresik yang sukses menyulap lahan bekas tambang kapur menjadi destinasi alam dengan mencetak laba Rp4,5 miliar pada tahun 2020.

Lebih dari sekadar instrumen ekonomi, inisiatif desa wisata ini juga membawa dampak positif bagi kelestarian budaya lokal, seperti yang tampak pada pengembangan pariwisata Suku Samin di Blora dan Suku Osing di Banyuwangi.

Oleh sebab itu, Kemendes PDT memposisikan desa sebagai tonggak utama dalam pemerataan ekonomi perdesaan. Dengan total wilayah mencapai 75.266 desa di seluruh Indonesia, Zainudin meyakini bahwa kemajuan di tingkat akar rumput ini menjadi basis fundamental bagi kemakmuran dan kemajuan negara secara keseluruhan.

“Kalau desa bangun, berarti Indonesia juga bangun. Karena itu slogan kami adalah Bangun Desa, Bangun Indonesia,” tegasnya sebagaimana dikutip Antara.

Mengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya tersebut, ia secara khusus mengajak institusi pendidikan tinggi untuk ikut ambil bagian. Dukungan perguruan tinggi dinilai krusial, terutama dalam hal penyediaan riset, inovasi, serta program pemberdayaan dan pendampingan langsung kepada masyarakat desa.

“Kami berharap perguruan tinggi dapat memberikan sentuhan inovasi dan pendampingan agar desa wisata tidak hanya sukses, tetapi juga berkelanjutan,” tutupnya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *