SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Jawa Timur dipastikan berjalan aman dan tanpa hambatan. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, menyebutkan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari kolaborasi solid lintas instansi melalui program pengamanan Operasi Ketupat Semeru.
“Sejauh ini Alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan lancar karena kegiatan ini benar-benar terpadu bersama-sama sehingga masyarakat merasakan kenyamanan dalam melaksanakan mudik,” katanya di Surabaya pada Jumat (20/3/2026).
Ia memaparkan bahwa langkah-langkah pengamanan telah diinisiasi sedari awal bulan suci Ramadhan hingga mencakup periode arus mudik dan arus balik. Pemantauan ini juga meliputi pergerakan warga dari berbagai provinsi, seperti DKI Jakarta dan Jawa Tengah, yang keluar masuk wilayah Jatim. Terkait volume pemudik tahun ini, ia mencatat adanya lonjakan yang cukup signifikan.
“Terjadi peningkatan mobilitas dengan kendaraan masuk ke Jawa Timur naik sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya serta pergerakan penumpang meningkat sekitar 20 persen,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.
Dalam rangka memelihara situasi yang kondusif, pihak kepolisian sebelumnya telah mengeluarkan imbauan agar warga menghindari aktivitas takbir keliling di jalanan dan menyarankan pelaksanaannya di lingkungan atau masjid masing-masing.
Fokus pengamanan aparat juga diarahkan pada sejumlah titik krusial, mulai dari lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri, pusat keramaian silaturahmi, kawasan wisata yang rawan membeludak, hingga patroli rutin di area permukiman warga yang kosong ditinggal mudik.
“Kami berharap seluruh rangkaian pengamanan, termasuk arus balik, dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat melalui sikap saling menjaga dan mengingatkan demi keamanan bersama,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Operasi Ketupat sendiri adalah agenda kemanusiaan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam rangka mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Pelaksanaan operasi ini turut menggandeng jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) beserta berbagai pemangku kebijakan lainnya.














