KULONPROGO, PIJARNEWS.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus merapatkan barisan guna mengakselerasi program sertifikasi halal.
Sasaran utama kolaborasi ini adalah produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di 1.500 desa wisata di seluruh penjuru Nusantara. Hingga penghujung Mei 2026, sinergi kedua lembaga ini telah membuahkan hasil yang positif dengan terbitnya puluhan ribu sertifikat halal.
Langkah strategis ini diyakini mampu menjadi daya ungkit bagi peningkatan kualitas sektor pariwisata nasional. Pencapaian tersebut dipaparkan langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada hari Minggu (31/5/2026).
“Kolaborasi ini telah menghasilkan 31.548 sertifikat halal di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia,” katanya.
Ia menerangkan bahwa percepatan sertifikasi ini adalah aksi nyata pemerintah untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan inklusif. Tujuannya, agar setiap wisatawan yang datang dapat merasa aman dan nyaman. Diketahui, inisiatif program ini pertama kali diuji coba pada Juli 2025 dengan menyasar 20 desa wisata.
Lantaran membawa dampak yang signifikan, program ini kemudian diperluas secara masif sejak akhir 2025.Antusiasme program ini juga terlihat nyata di Desa Wisata Jatimulyo, Kulon Progo. Di lokasi tersebut, tercatat 123 pelaku UMKM dengan total 139 produk lokal yang sudah resmi mengantongi status halal per 30 Mei 2026.
Ia menekankan, kepemilikan label halal ini jauh lebih berharga daripada sekadar pemenuhan syarat administrasi. Hal ini merupakan strategi esensial untuk meningkatkan mutu produk, menumbuhkan kepercayaan turis, serta memberikan efek domino bagi perekonomian warga lokal.
Pihak Kemenpar pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari BPJPH, pemerintah daerah, hingga para pelaku UMKM yang terus mengawal program ini.
“Ke depan, sinergi lintas sektor ini akan terus diperkuat agar desa-desa wisata di Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat luas,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Di sisi lain, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyambut antusias dan mengapresiasi dukungan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM di wilayahnya.
Ia memandang jaminan halal ini sebagai instrumen penting untuk memberikan ketenangan batin bagi para pelancong, karena mereka tidak perlu lagi meragukan bahan baku maupun proses pengolahan makanan yang disajikan.
“Ini akan banyak nanti menimbulkan kepercayaan dan kelangsungan banyaknya wisatawan yang akan hadir ke destinasi-destinasi wisata di Kulon Progo dan DIY,” katanya.














