BERAU, PIJARNEWS.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan SM Tower and Convention Berau dalam agenda Grand Opening yang berlangsung pada Kamis (7/3/2024) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Haedar berharap SM Tower yang berdiri di sejumlah daerah dapat menjadi icon Muhammadiyah yang megah dan gagah. Menurutnya ini adalah sebuah langkah strategis Muhammadiyah dalam mengembangkan amal usaha baru di luar bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial yang selama ini telah menjadi wajah pengabdian Muhammadiyah kepada masyarakat, bangsa, hingga kemanusiaan universal.
“Kita harus semakin kompetitif dan akseleratif. Saya lihat di bidang sosial kita belum bisa progresif. Termasuk tentang bagaimana mengubah panti asuhan menjadi bentuk baru yang lebih memiliki kesan progresif dan berkemajuan, tidak konservatif,” ungkapnya.
Di bidang ekonomi, Haedar mengatakan, Muhammadiyah mesti menggarap sektor tersebut secara massif, tersistem, dan konsisten. Menurutnya hal ini sejalan dengan apa yang telah dilakukan Suara Muhammadiyah (SM) dalam membuka berbagai unit bisnis, salah satunya SM Tower and Convention.
“Upaya-upaya semacam ini dapat memberikan dampak pada langkah akselerasi Persyarikatan untuk naik ke kelas yang lebih tinggi di sektor ekonomi dan bisnis,” tegasnya sebagaimana dikutip pleh Suara Muhammadiyah.
Bagaimanapun penguasaan ekonomi merupakan jalan paling strategis untuk menciptakan keadilan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan bisa berdampak luas pada penguatan politik.
Menurutnya, selama umat Islam belum memiliki kesadaran untuk menggarap sektor ekonomi melalui kekayaan alam Indonesia yang sangat besar, maka selama itu juga umat Islam tetap akan berada dipinggiran.
Hal ini berakibat panjang pada terhambatnya akses politik umat Islam karena tidak memiliki daya tawar. Dan lagi-lagi yang mampu mengakses kekuatan politik adalah mereka para oligarki.
“Dalam sistem negara modern, selalu ada kekuatan yang mempengaruhi sebuah negara. Dan mereka yang memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar pengaruh dan determinan hegemoninya. Untuk mencapai itu harus ada yang memulai,” ujar Haedar.
Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media atau Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo mengatakan bahwa secara fisik SM Tower and Convention bukan sekedar penginapan, tapi juga merupakan wujud kemandirian Muhammadiyah dalam segala aspek.
Hal ini dibuktikan dengan kerja keras dan kerja kolektif semua pihak. Mulai dari proses perizinan, pembangunan, dan manajemen dijalankan secara mandiri, tanpa ketergantungan pada pinjaman bank.
Ia menjelaskan bahwa SM Tower Berau awalnya adalah hotel yang dimiliki oleh pihak lain. Namun, pada Agustus 2023, Universitas Muhammadiyah Berau membeli seluruh aset hotel tersebut. Setelah akuisisi, hotel tersebut diubah nama menjadi SM Tower Berau dan bekerjasama dalam pengelolaan dengan SM Tower and Convention Yogyakarta.
“Alhamdulillah kini sudah ada 2 SM Tower di Indonesia, Insya Allah akan terus tumbuh dan berdiri SM Tower lainya di berbagai daerah,” tutup Deni Asy’ari. (diko/msqn)














