Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

News · 8 Jun 2021 00:34 WIB ·

Kondisi Jembatan Dong Kelong Ponorogo Memprihatinkan, Sejumlah Pemuda Galang Donasi Lewat Medsos


					TAK LAYAK: Seorang pemotor harus menuntun motornya saat melintas di jembatan Dong Kelong yang menghubungkan Desa Sendang dan Desa Baosan Lor di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan dan membahayakan warga yang melintas Perbesar

TAK LAYAK: Seorang pemotor harus menuntun motornya saat melintas di jembatan Dong Kelong yang menghubungkan Desa Sendang dan Desa Baosan Lor di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan dan membahayakan warga yang melintas

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Resah dengan kondisi jembatan yang terancam ambruk, sejumlah pemuda di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, melakukan penggalangan donasi melalui media sosial. Mereka berinisiatif menggalang dana, karena jembatan tersebut perannya sangat vital.

Imam Muchtar, salah seorang inisiator penggalangan dana mengatakan, jembatan Dong Kelong yang ada di Desa Sendang dan Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo kondisinya memprihatinkan.

“Jembatan ini terbuat dari kayu sepanjang 35 meter dan lebar 1,5 meter. Dibuat swadaya oleh masyarakat sekitar 5 tahun yang lalu. Mungkin karena dimakan usia, di tambah kondisi cuaca, sekarang jembatan terancam ambruk. Sebetulnya tiang penyangga jembatan sudah ada, tetapi landasan hanya terbuat dari kayu,” katanya, Minggu (6/6/21).

Jembatan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat Dusun Pucung Desa Sendang dan Dusun Galih Desa Baosan Lor. Segala aktivitas mulai ekonomi, kesehatan, serta pendidikan bergantung pada akses jembatan tersebut.

Dengan tidak layaknya jembatan untuk dilewati, warga Sendang yang hendak ke Baosan Lor atau ke pusat Kecamatan Ngrayun maupun sebaliknya, harus memutar. Akibatnya, waktu tempuhnya memakan waktu lebih lama.

“Dengan kondisi tersebut disepakati masyarakat kedua dusun, untuk membentuk panitia pembangunan. Direncanakan pembangunan jembatan mulai dilaksanakan pada pertengahan Juni 2021, total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp. 159.997.000,” terangnya.

Diakuinya, pembangunan yang dilakukan dengan swadaya masyarakat itu juga didukung pemerintah kedua desa. Pembangunan jembatan tersebut tak bisa mengandalkan dana desa karena terbatas.

Sementara itu, Kades Baosan Lor Parlan sebagaimana dilansir gemasurfm.com mengatakan, pihaknya telah mengupayakan permohonan pembangunan jembatan tersebut pada Pemkab Ponorogo. Namun, belum ada titik terang. Sementara, anggaran desa jauh berkurang karena refocusing. (ags/fan)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Provinsi Jabar Jadi Daerah Terpadat Di Idonesia

20 Juli 2024 - 16:01 WIB

Kadin DPMD Blitar Pastikan Anggaran Gaji Kades Sudah Tersedia

19 Juli 2024 - 20:49 WIB

Pemkab Kudus Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kepada 118 Kepala Desa

18 Juli 2024 - 20:09 WIB

Pemkab Kediri Gelontorkan Rp.51,45 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Tingkat Desa

18 Juli 2024 - 20:03 WIB

Cegah Urbanisasi, Dirjen Bina Pemdes Tingkatkan P3PD

17 Juli 2024 - 18:58 WIB

Pendamping Desa, Salah Satu Pilar Penopang Kinerja Kemendes PDTT

15 Juli 2024 - 19:16 WIB

Trending di News