GRESIK, PIJARNEWS.ID – Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP) dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak utama dalam upaya menekan angka kemiskinan. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa hal tersebut dapat dicapai melalui penguatan ekonomi di lingkungan pesantren yang dipadukan dengan program pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Pesantren saat ini sudah berkembang tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya saat mengunjungi Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).
Ia memaparkan, inisiatif pengembangan KSEKP ini sejalan dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menargetkan optimalisasi pengentasan kemiskinan sekaligus penghapusan kemiskinan ekstrem di Tanah Air.
“Untuk itu, KSEKP harus mampu mendorong masyarakat semakin produktif, memiliki ketahanan menghadapi masa depan, dan berdaya saing,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga memberikan apresiasi atas langkah sinergis BPJS Ketenagakerjaan yang turut menunjang keberhasilan KSEKP. Dukungan ini diwujudkan melalui pemberian jaminan perlindungan sosial bagi para pelaku ekonomi di pesantren.
Menurutnya, rasa aman yang diperoleh dari perlindungan kerja tersebut akan memotivasi para penggerak ekonomi untuk terus berpartisipasi memajukan perekonomian daerahnya.
Ke depannya, pemerintah berkomitmen untuk terus mempererat sinergi antara pesantren, sektor usaha, serta berbagai pihak terkait lainnya guna menjadikan KSEKP sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Melalui kolaborasi ini, ia menaruh harapan besar agar KSEKP tidak sebatas mewujudkan kemandirian finansial pesantren, melainkan juga berimbas pada terbukanya lapangan kerja baru serta peningkatan taraf hidup masyarakat luas.














