MADIUN, PIJARNEWS.ID – Dalam rangka menyukseskan program strategis nasional untuk meningkatkan kesejahteraan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, terus mengoptimalkan fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak perekonomian lokal. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto di Madiun pada hari Sabtu (15/8/2026).
“Keberadaan Kopdes Merah Putih menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali koperasi desa dan memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa,” katanya.
Saat ini, pendirian KDKMP berbadan hukum di Kabupaten Madiun telah mencapai target 100 persen, yang mencakup 198 desa dan delapan kelurahan dengan total 206 organisasi.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkab Madiun turut memfasilitasi identifikasi lahan guna pendirian gerai KDKMP. Dari keseluruhan rencana pembangunan, sebanyak 185 gerai memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), 12 gerai didirikan di atas aset pemerintah daerah, dan sembilan lainnya menggunakan area milik Perhutani.
“Hingga kini, proses konstruksi gerai di 201 titik sedang berlangsung, sementara lima desa sisanya masih dalam tahap penyelesaian izin dengan pihak Perhutani,” terangnya sebagaimana dikutip Antara.
Adapun dukungan sarana prasarana yang telah disalurkan untuk KDKMP sangat beragam, meliputi: 102 unit truk dan 80 unit mobil pikap, 204 unit kendaraan roda tiga, 400 unit penyejuk udara (AC), 86 unit rak gondola da perlengkapan mebel untuk 72 gerai beserta fasilitas penunjang lainnya.
Tidak hanya memberikan dukungan fisik, Pemkab Madiun yang menggandeng Dinas Koperasi setempat juga aktif membina sumber daya manusia (SDM) para pengelola KDKMP melalui berbagai pelatihan manajemen dan peningkatan kapasitas usaha.
Ke depannya, ia memproyeksikan agar KDKMP dapat bersinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kolaborasi ini ditujukan untuk menyuplai bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan komoditas unggulan dari masing-masing desa.
Melalui integrasi KDKMP dan program MBG ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem ketahanan pangan yang solid sekaligus memacu akselerasi ekonomi masyarakat pedesaan.














