PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Tiga desa di wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, secara resmi diajukan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat untuk dijadikan lokasi percontohan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Ketiga lokasi yang kami usulkan sebagai tempat pembangunan kampung nelayan itu masing Desa Padelegan, Kecamatan Pademawu, Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, dan Desa Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pamekasan Mohammad Djufri Effendi di Pamekasan, Selasa (16/6/2026)..
Ia memaparkan bahwa pengajuan ketiga kawasan tersebut kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) didasarkan pada terpenuhinya sejumlah kriteria esensial.
Syarat-syarat mutlak, seperti ketersediaan lahan bebas sengketa seluas minimal satu hektare dan demografi penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan maupun pembudidaya ikan, telah berhasil dipenuhi oleh desa-desa tersebut.
“Prasyarat pokok untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di tiga desa itu terpenuhi, sehingga kami mengusulkan untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan KNMP,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Merujuk pada panduan teknis yang diterbitkan oleh kementerian terkait, rancangan KNMP akan mengusung skema integrasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Rencana tata ruang ini nantinya mencakup penyediaan berbagai fasilitas penunjang kemaritiman, mulai dari area tambat labuh, dermaga, fasilitas perbaikan (docking) kapal, pabrik es, gudang pendingin khusus (cold storage), hingga sentra kuliner dan sarana pendukung lainnya.
“Tujuan dari program itu untuk menjadikan wilayah itu menjadi kampung yang lebih modern, lebih tertata dari hulu ke hilir, mulai dari penangkapan sampai ke pengolahan. Mutu ikan juga akan terjaga di situ sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan,” ucapnya.
Target kesejahteraan ini akan direalisasikan lewat tata kelola sumber daya manusia yang lebih terarah, penguatan sistem rantai pasok logistik, serta penerapan konsep ekonomi biru yang inklusif.
“Yang dimaksud dengan integrasi ekonomi biru, yakni menghubungkan nelayan, koperasi desa, dan pasar secara langsung, sedangkan penguatan rantai pasok adalah memastikan bahwa hasil tangkapan ikan tetap terjaga kualitasnya melalui penanganan yang lebih baik,” katanya.














