SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur secara resmi mengukuhkan kepengurusan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Sabtu (7/11/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat pemberdayaan, kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat pesisir di Jawa Timur.
Agenda pengukuhan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Ketua PWM Jawa Timur Nazaruddin Malik, Wakil Ketua I MPM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Ma’ruf, Ketua MPM PWM Jawa Timur Lutfi J. Kurniawan, serta Ketua JALAMU PWM Jawa Timur Sulthon Hanafi yang dikukuhkan bersama jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Wamenko Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa nelayan merupakan salah satu aktor strategis dalam rantai produksi pangan nasional. Menurutnya, penguatan kapasitas, perluasan akses ekonomi, serta perlindungan terhadap masyarakat nelayan menjadi bagian penting dari pembangunan sektor pangan.
“Penguatan kelembagaan sangat krusial untuk membangun ekosistem perikanan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan agar masyarakat pesisir menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Nazaruddin Malik, menggarisbawahi pentingnya penguatan gerakan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari dakwah konkret Muhammadiyah. Kehadiran JALAMU diharapkan mampu mendekatkan Muhammadiyah dengan realitas kehidupan nelayan melalui program pemberdayaan yang terstruktur, solutif, serta berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat pesisir.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, turut menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat nelayan perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi. Pemberdayaan tidak cukup hanya bertumpu pada penyaluran bantuan, melainkan harus disertai penguatan kapasitas, kelembagaan, akses pasar, dan pengembangan usaha produktif agar nelayan memiliki daya tawar yang lebih kuat serta menjadi subjek aktif dalam pembangunan.
Ketua MPM PWM Jawa Timur, Lutfi J. Kurniawan, menyampaikan bahwa pembentukan JALAMU merupakan wujud komitmen MPM PWM Jatim dalam memperluas jangkauan dakwah pemberdayaan di wilayah pesisir.
“Pengukuhan JALAMU menjadi momentum penting untuk membangun gerakan pemberdayaan nelayan yang lebih terorganisasi. Kami berharap JALAMU mampu menjadi ruang kolaborasi, penguatan kapasitas, dan pengembangan ekonomi masyarakat nelayan di Jawa Timur,” tuturnya.
Usai dilantik, Ketua JALAMU PWM Jawa Timur, Sulthon Hanafi, menyatakan bahwa amanah kepemimpinan yang diemban jajarannya merupakan tanggung jawab untuk membangun gerakan pemberdayaan nelayan yang inklusif dan berkelanjutan. JALAMU bertekad menjadi wadah perjuangan nelayan Muhammadiyah dengan memperkuat jaringan, menggembleng kapasitas SDM, serta mendorong berbagai inisiatif ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan.
Sekretaris MPM PWM Jawa Timur, Abdus Salam, menambahkan bahwa pengukuhan ini diharapkan menjadi fondasi bagi perluasan gerakan pemberdayaan nelayan yang lebih masif. Sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, dan pemangku kepentingan lintas sektor menjadi pilar utama dalam menghadirkan ekosistem yang mampu menjawab tantangan masyarakat pesisir.
Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Divisi Petani, Nelayan, dan Buruh Migran MPM PWM Jatim, Hutri Agustino, menegaskan bahwa langkah ini mempertegas komitmen dakwah Muhammadiyah Jawa Timur yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, penguatan ekonomi, dan keadilan sosial.
JALAMU diproyeksikan bertindak sebagai kekuatan kolektif yang memacu nelayan agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkokoh kontribusi Muhammadiyah dalam menopang ketahanan pangan nasional.














