Perkuat Gotong Royong, Pemkot Surabaya Terjunkan ASN Dampingi Program Kampung Pancasila

Surabaya Kampung Pancasila

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah memacu implementasi nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat lewat program Kampung Pancasila.

Guna menyukseskan inisiatif ini, Pemkot mengerahkan kekuatan kolaborasi yang melibatkan kelompok pemuda serta 12 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memberikan pendampingan langsung kepada 1.361 Rukun Warga (RW) di wilayah Surabaya.

banner 350x525

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam agenda peluncuran Kampung Pancasila 2026 yang berlangsung di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Menurutnya, modal dasar terkuat yang dimiliki Surabaya adalah tradisi gotong royong dan ikatan kekeluargaan yang telah mengakar kuat sejak dekade 1960-an. Baginya, hal ini merupakan fondasi toleransi yang harus terus dihidupkan agar roh Kampung Pancasila tidak sekadar berhenti menjadi jargon belaka.

“Sejak tahun 1960 Surabaya itu sudah punya toleransi yang tinggi. Ini yang harus kita pegang dan kita lanjutkan. Maka kampung Pancasila ini tidak boleh berhenti, dan Surabaya harus tegak berdiri dengan gotong-royong,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.

Ia menyadari sepenuhnya bahwa laju pembangunan kota tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan tangan pemerintah tanpa adanya turun tangan aktif dari warga, terkhusus para generasi muda.

Sebagai rujukan dalam membangun kesejahteraan kolektif secara mandiri di tingkat lokal, ia mengambil inspirasi dari sistem pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di era kepemimpinan Sayyidina Utsman bin Affan yang terbukti sukses dan masih sangat relevan untuk diadaptasi saat ini.

“Kenapa di zaman Sayyidina Utsman itu negerinya makmur. Karena rakyatnya yang mampu, yang memiliki kewajiban membayar zakat, mengeluarkan infaq, itu dijadikan satu, terus diberikan kepada siapa di kampung itu yang membutuhkan,” tuturnya.

Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang sering kali menyalurkan bantuan melalui pihak luar, sementara tetangganya sendiri masih serba kekurangan.

“Karena kita kadang-kadang tidak mau mengeluarkan sedekah kita ke RW, tapi lewat lembaga lain. Padahal di dalam RW kita ada yang masih tidak bisa sekolah, ada yang masih miskin,” ujarnya.

Lebih lanjut, penguatan kemandirian RW ini juga didorong ke ranah pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi sirkular. Ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah secara mandiri dari skala rumah tangga, yang nantinya dapat dikonversi menjadi pundi-pundi pendanaan untuk menggerakkan kegiatan sosial warga.

“Bayangkan kalau (botol plastik) itu sudah dipisah di masing-masing RW, kemudian botolnya dijual, itu bisa menghasilkan uang, masuk ke kas RW, dibuat pergerakan sosial. Itu luar biasa,” ujarnya.

Pada akhirnya, seluruh gagasan dalam Kampung Pancasila ini bermuara pada harapan agar setiap dinamika dan persoalan warga dapat diselesaikan secara komprehensif di tingkat RW dengan dukungan penuh dari instansi pemerintah. Tentu saja, sinergi ini menuntut inisiatif dan keaktifan pelaporan dari masyarakat, mulai dari pengurus RT/RW, ibu-ibu PKK, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH).

“Jadi kalau ada masalah fasum (fasilitas umum) atau anak tidak bisa sekolah, itu harusnya selesai di RW dengan pemerintah kotanya turun. Tapi apakah pemerintah kota (sendiri) bisa? Tentu tidak bisa kalau tidak ada laporan, tidak ada pergerakan dari RW. Karena itu saya berharap setiap RW akan didampingi oleh ASN,” katanya.

Guna memastikan seluruh program ini berkesinambungan, Eri turut mengundang keterlibatan seluruh elemen strategis, termasuk kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok keagamaan, untuk bahu-membahu mendampingi warga karena keberhasilan Surabaya akan selalu bertumpu pada napas gotong royong warganya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *