TULUNGAGUNG, PIJARNEWS.ID – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mendistribusikan 126 paket bantuan sosial (bansos) kepada warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Bantuan yang menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah (desil I dan II) ini mencakup kebutuhan bahan pangan pokok, perabot rumah tangga, hingga sarana mobilitas. Proses penyerahan bantuan secara langsung tersebut dilangsungkan di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung pada hari Rabu (3/6/2026).
“Bantuan sosial ini berasal dari Kemensos melalui UPT Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 126 paket,” kata Kepala Dinas Sosial Tulungagung Reni Prasetiawati dikonfirmasi usai penyerahan paket bantuan sosial.
Sebanyak 126 paket tersebut disalurkan secara spesifik kepada 126 warga Tulungagung yang memang membutuhkan intervensi negara. Reni memaparkan bahwa para penerima manfaat telah diseleksi berdasarkan kerentanan kondisinya.
“Warga Tulungagung yang mendapat bantuan sosial ini masuk kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) seperti lansia, penyandang disabilitas, anak, Orang Dengan HIV (ODHIV), dan kelompok rentan,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Adapun wujud bansos yang disalurkan dirancang cukup beragam agar sesuai dengan kebutuhan harian warga, meliputi paket sembako, asupan nutrisi, kipas angin, kasur, alat bantu disabilitas, hingga sepeda lipat.
Terkait pemberian sepeda lipat, alokasinya dibatasi secara khusus hanya untuk penerima manfaat kategori anak-anak yang keluarganya terdata di desil I dan II. “Kalau sepeda khusus untuk penerima anak-anak, karena sepeda itu nantinya dipakai untuk sarana transportasi sekolah,” katanya.
Keseluruhan bantuan yang digelontorkan dalam kegiatan ini memiliki nilai total sebesar Rp284,775 juta. Agar alokasinya tepat guna dan sasaran, jenis barang yang diterima masing-masing warga telah disesuaikan dengan hasil asesmen yang dilakukan oleh tenaga pendamping di lapangan. Melalui langkah afirmatif ini, pemerintah berupaya menghadirkan jaring pengaman sosial yang lebih merata untuk melindungi kelompok rentan.
“Target kami, masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menjalani kehidupan yang lebih layak, mandiri, dan sejahtera,” katanya.














