Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Pendidikan · 25 Agu 2021 04:20 WIB ·

Ternyata Berkuliah di Pertanian dapat Mengantarkan Kita ke Surga, Begini Caranya


					UMM TALKS: layar sebelah kiri Dosen Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Wahono, serta layar kanan Founder Everfresh Indoagro, Dimas Agung Mahendra, dalam program UMM Talks “Petani Muda Jawab Tantangan Presiden” Perbesar

UMM TALKS: layar sebelah kiri Dosen Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Wahono, serta layar kanan Founder Everfresh Indoagro, Dimas Agung Mahendra, dalam program UMM Talks “Petani Muda Jawab Tantangan Presiden”

MALANG, PIJARNEWS.ID – Ajakan untuk menjadi petani akhir-akhir ini santer digaungkan, bahkan oleh Presiden RI, Joko Widodo. Hal itu tak lepas dari kurangnya regenerasi petani di kalangan anak muda, fenomena tersebut menginspirasi UMMTalks untuk membahasnya lebih dalam. Mengangkat tema “Petani Muda Jawab Tantangan Presiden”, program ini hadirkan Dosen Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Wahono serta, Founder Everfresh Indoagro, Dimas Agung Mahendra, yang disiarkan secara langsung melalui Youtube UMM pada Sabtu (14/8) lalu.

Mengawali program, Wahono menjelaskan bahwa saat ini petani telah berusia sekitar 45 tahun ke atas. Dalam 15 tahun ke depan, mereka akan mencapai usia 60 tahun. Kebanyakan dari mereka juga tidak memiliki pengganti karena kurangnya minat anak muda.

“Beberapa faktor yang menyebabkan fenomena ini terjadi, salah satunya adalah munculnya persepsi kebanyakan orang yang menganggap bahwa petani adalah pekerjaan tradisional, pun dari segi ekonomi dengan banyaknya orang yang menganggap petani merupakan pekerjaan yang kurang menguntungkan,” terang Wahono.

Menurutnya, langkah kecil yang bisa dilakukan untuk mengajak para pemuda adalah dengan motivasi. “Berkuliah di pertanian dan menjadi petani, dapat mengantarkan pada surga dan kaya di dunia. Jika diolah dengan baik, pertanian bisa memberikan keuntungan yang besar. Selain itu jika menanam dengan niat sedekah dan doa, hasil pertanian tersebut juga akan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat memberikan pundi-pundi pahala,” tambahnya.

“Jadi petani adalah salah satu cara sukses dunia dan akhirat. Mendapat keuntungan yang besar sekaligus pahala yang berlimpah saat bertani,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Dimas Agung menyebutkan beberapa alasan mengapa sebagian besar anak muda tidak ingin menjadi petani. “Satu diantaranya adalah risiko besar yang mengintai saat masa panen tiba. Di samping itu, kebanyakan para petani masih bergantung pada pengepul sehingga memunculkan ketakutan hasil panen yang sulit untuk terjual.” kata Dimas.

Melihat akan hal itu, Dimas yang juga alumni Agribisnis UMM itu berinisiatif mendirikan Everfresh Indoagro. “Usaha tersebut muncul berangkat dari kurangnya market yang khusus menyediakan sayuran. Maka dari itu, dengan tekad membangun market sayuran, sehingga para petani tidak bingung menjual hasil panennya.” ungkapnya.

“Semoga langkah kecil saya bersama Everfresh Indoagro ini, dapat memicu anak-anak muda untuk berkecimpung di dunia pertanian. Hingga nantinya dapat menggantikan generasi sebelumnya, dalam mengembangkan pertanian ke arah yang lebih baik,” harap Dimas. (Hen)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pawai Ta’aruf Perguruan Muhammadiyah Tebluru Ada Topi Mahkota Hingga Elpiji

18 Juli 2024 - 20:16 WIB

Wamen LHK di UMM Dorong Wisudawan Peduli Alam Indonesia

18 Juli 2024 - 20:12 WIB

Ponpes Internasional Malik Fadjar Langsung Terima Banyak Santri

14 Juli 2024 - 10:14 WIB

Ketum PP Muhammadiyah Tegaskan Pancasila Dasar untuk Moderat Beragama

11 Juli 2024 - 15:06 WIB

Buka Peluang Kerja di Eropa, UMM Jajaki Kerjasama dengan Eurojob Jerman

8 Juli 2024 - 18:52 WIB

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat-Alat Bantu UMKM

5 Juli 2024 - 16:34 WIB

Trending di Pendidikan