JEMBER, PIJARNEWS.ID – Untuk pertama kalinya, Kampus Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Sabtu-Minggu (21-22/2/2026).
Kajian yang diadakan setiap tahun ini nantinya akan dihadiri sekitar 2000 jamaah dari seluruh Jawa Timur. Selain diikuti anggota PWM dan PWA Jawa Timur, kajian juga akan diikuti oleh peserta perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se Jawa Timur, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se Jawa Timur, perwakilan organisasi otonom, dan perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah se Kabupaten Jember
Adapun tema yang diusung oleh PWM Jawa Timur adalah “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”. Tema ini merupakan ikhtiar dalam menyikapi kondisi bangsa Indonesia yang semakin kerap dilanda bencana.
Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu banjir bandang meluluh-lantakan Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Banjir dan tanah longsor juga merata terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa, dijadwalkan hadir dalam sesi pembukaan bersama dengan Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM., dan sejumlah anggota PWM dan PWA Jawa Timur.
Narasumber kajian Ramadhan tahun ini turut dimeriahkan oleh tokoh-tokoh nasional. Dua menteri terkonfirmasi akan hadir, yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Selain itu, kajian juga akan dihadiri oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, MA., Ph.D., serta sejumlah anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Melalui kajian ramadan ini, PWM Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam merawat bumi, memperkuat kesadaran kebencanaan, serta meneguhkan peran umat sebagai khalifah di tengah tantangan krisis ekologis dan bencana yang kian kompleks.














