JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria meminta Ikatan Arsitek Indonesia membuat desain perencanaan pengembangan desa dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki desa tersebut.
“Ini penting agar bisa dijadikan pedoman untuk menentukan intervensi program yang bakal digunakan untuk desa tersebut,” ungkapnya saat menerima audiensi IAI di Ruang Rapat Eksekutif, Kemendes PDT, Jakarta, pada Jumat (7/3/2025).
Ia juga meminta IAI untuk turut berkontribusi membangun desa di Indonesia yang berjumlah 75.265 desa. Ia menyampaikan bahwa sejatinya membangun desa berarti membangun Indonesia.
“Saya ajak IAI untuk turut membangun desa karena sejatinya bangun desa juga bangun Indonesia,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kemendes PDT memang butuhkan kolaborasi dengan pihak lain untuk membangun desa karena jumlahnya yang begitu banyak.
Dari total 75.265 desa di Indonesia terdapat sekitar 14 persen atau sekitar 10 ribu lebih desa yang masih berstatus sangat tertinggal, sekitar 3.000 desa belum mendapatkan aliran listrik, dan 2.000 desa belum ada akses internet.
Secara umum, ada tiga masalah besar di desa. Pertama, terkait dengan sumber daya manusia yang belum mumpuni. Kedua, masih minimnya fasilitas atau infrastruktur dan yang ketiga adalah mengenai pembiayaan dan permodalan.
“Jika tiga persoalan ini teratasi, maka persoalan desa di Indonesia bisa teratasi,” tegasnya.














