MALANG, PIJARNEWS.ID – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya sukses menyelenggarakan kegiatan Madrasah Aktivis Profetik pada Kamis-Minggu (28–31/8/2025) di PKMB Zam-Zam, Malang.
Kegiatan yang mengusung tema “Kader Muda Profetik: Advokasi Publik, Pemberdayaan Umat, dan Aksi Lingkungan Hidup untuk Peradaban Berkeadilan” ini merupakan program kolaborasi dari empat bidang yaitu Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM), Hikmah Politik Kebijakan Publik (HPKP), Lingkungan Hidup (LH) dan Hukum dan HAM.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 43 peserta dari berbagai komisariat IMM se-Malang Raya. Seluruh peserta mengikuti rangkaian materi umum, pendalaman ideologi, hingga praktik pengorganisasian masyarakat yang dikemas dalam suasana intensif dan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini dikonsep layaknya Madrasah dengan struktural Master of Training (MOT) sebagai Kepala Madrasah, Vice MOT sebagai Wakil Kepala Madrasah, dan Instruktur sebagai Wali Kelas. Peserta juga dibagi kedalam dua kelas peminatan, yaitu kelas Gerakan Advokasi Kebijakan Publik dan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat.
Kepala Madrasah, M. Ulinnuha, menyampaikan bahwa Madrasah Aktivis Profetik merupakan bagian penting dari proses pendidikan gerakan advokasi dan pemberdayaan bagi kader.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk membentuk karakter kader yang intelektual, religius, dan progresif, sesuai dengan semangat profetik IMM,” ujarnya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi dari berbagai narasumber, mulai dari pengantar situasi dan kondisi umum masyarakat Indonesia, analisis problem masyarakat dan advokasi yang bisa dilakukan, hingga strategi pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, peserta juga dilatih dalam dinamika kelompok, diskusi tematik, serta simulasi lapangan untuk memperkuat keterampilan praksis mereka. Salah satu peserta MAP, Mazidah Hikmatul Ilmiyah, menyatakan bahwa kegiatan ini memberi pengalaman berbeda dibanding jenjang kaderisasi sebelumnya.
“Tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat fenomena secara langsung bagaimana seorang aktivis profetik harus berperan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan konsolidasi Lembaga semi otonom PC IMM Malang Raya dan peneguhan komitmen kader IMM Malang Raya untuk terus bergerak dalam dakwah intelektual dan sosial.
Harapannya, Madrasah Aktivis Profetik dapat melahirkan kader-kader muda yang konsisten memperjuangkan nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan pada rakyat.














