Ormas  

Tanwir IMM XXXIII Pertegas Peran Mahasiswa Sebagai Motor Penggerak Bangsa

Pembukaan Tanwir Malang dilangsungkan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

MALANG, PIJARNEWS.ID – Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII yang digelar di Kota Malang menjadi momentum penting dalam mempertegas peran mahasiswa sebagai motor penggerak bangsa.

Mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri,” forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

banner 350x525

Pembukaan Tanwir Malang dilangsungkan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, antara lain Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur Dr. Khofifah Indar Parawansa, Ketua BPH UMM Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.A.P., serta Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik.

Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehadiran seluruh tamu undangan serta 35 DPD IMM dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan di tubuh IMM masih terjaga kuat hingga hari ini.

“Kehadiran kita semua di Tanwir ini menunjukkan bahwa IMM tetap solid, berdaya, dan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi negeri. Sebesar apa pun IMM, tidak akan mampu menuntaskan persoalan negeri ini tanpa energi kolektif,” ujarnya pada Rabu (30/10/2025).

Menurutnya, mengurus bangsa sebesar Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri. Terlebih di era abad 21 kecerdasan intelektual sudah mulai menjamah kehidupan manusia. Maka mahasiswa dituntut memiliki kemampuan berjejaring, membangun relasi, dan berkolaborasi lintas sektor.

“Pintar saja tidak cukup. Kita harus punya relasi yang luas dan koneksi yang terintegrasi,” tambahnya.

Dalam konteks itu, ia mengajak seluruh kader IMM untuk tidak hanya aktif di ruang akademik, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, berperan dalam kebijakan publik, dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan nasional.

Tanwir kali ini juga menjadi momen refleksi atas satu tahun kepemimpinan Ia meneruskan bahwa organisasi besar seperti IMM harus selalu adaptif terhadap perubahan zaman yang cepat dan dinamis. Sebab jika tidak adaptif, maka IMM akan ditelan oleh kondisi zaman.

Kehadiran Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjadi salah satu momen yang paling ditunggu peserta Tanwir. Ia datang khusus dari Jakarta ke Malang hanya untuk menghadiri acara IMM. Dalam pidatonya, ia mengaku merasa seperti pulang ke rumah sendiri karena memahami betul semangat perjuangan mahasiswa.

“Saya datang ke Malang ini khusus untuk IMM. Karena saya tahu, semangat dan idealisme mahasiswa adalah energi perubahan yang sesungguhnya,” ucapnya.

Ia menyebut masa depan bangsa berada di tangan anak muda yang menyiapkan diri secara serius untuk menjadi pemimpin.

“IMM ini adalah kader yang kelak menjadi pemimpin negara. Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” tegasnya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png