Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Kesehatan · 12 Sep 2021 14:34 WIB ·

Apresiasi Forkopimda Malang Raya, Kapolri Minta Pertahankan Angka Isoter dan Akselerasi Vaksinasi


					APRESIASI: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada Forkopimda Malang Raya. karena telah bekerja keras untuk mensosialisasikan penggunaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) kepada masyarakat Perbesar

APRESIASI: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada Forkopimda Malang Raya. karena telah bekerja keras untuk mensosialisasikan penggunaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) kepada masyarakat

MALANG, PIJARNEWS.ID – Berkat pencapaian penurunan Covid-19 di Malang Raya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya. Salah satunya karena telah bekerja keras untuk mensosialisasikan penggunaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) kepada masyarakat.

Menurut Sigit, Forkopimda Malang Raya harus mampu mempertahankan tren positif tingginya angka isoter, serta terus mengoptimalkan akselerasi vaksinasi demi mempercepat target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Apresiasi atas kerja keras seluruh Forkopimda wilayah Malang Raya, dalam upaya menggeser pasien isoman ke lokasi isoter melalui kegiatan ‘Covid Hunter’. Hal ini perlu direplikasi ke wilayah lain untuk mengurangi tingkat fatalitas,” kata Sigit saat memimpin rapat bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Forkopimda wilayah Malang Raya, yang bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Sabtu (11/9).

Lebih lanjut Sigit menambahkan, tingkat BOR di Jawa Timur sebesar 15% lebih rendah dari batas WHO sebesar 60 persen dan BOR Nasional 16 persen, sedangkan untuk wilayah Malang Raya tingkat BOR sebesar 16 persen. Tingkat BOR di Kabupaten Malang di atas BOR Nasional sebesar 24 persen, Kapolri berpesan perlu meningkatkan konversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19.

“Dengan menurunya laju pertumbuhan kasus harian, maka itu akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat, yang akan berdampak pada roda perekonomian,” kata mantan Kapolda Banten ini.

Sigit juga berpesan, jika tak diiringi dengan pengawasan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, bisa berdampak adanya potensi kembali melonjaknya kasus Covid-19. “Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada Forkopimda, untuk tetap melakukan penegakan prokes di setiap lokasi aktivitas masyarakat,” terangnya.

Demi memastikan keselamatan warga dari virus corona saat beraktivitas, sambungnya, strategi pengendalian Covid-19, yakni dengan menjalankan prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), lalu 3T (Tracing, Testing dan Treatment), serta percepatan vaksinasi nasional diterapkan. Selain itu, Forkopimda juga harus mengaplikasikan PeduliLindungi di setiap lokasi aktivitas warga.

“Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, dan seluruh masyarakat. Untuk menurunkan level Inmendagri diperlukan strategi pengendalian Covid-19, protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta penggunaan aplikasi peduli lindungi), penguatan Testing, Tracing dan Treatment, dan akselerasi program vaksinasi Nasional,” papar mantan Kabareskrim Polri ini.

Terkait vaksinasi, Sigit menyebut, Forkopimda harus terus memaksimalkan dan ditingkatkan. “Terutama kepada pelajar, para guru dan pihak akademik lainnya. Hal itu sebagai penguatan kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” ungkapnya.

Disisi lain, Sigit meminta kepada Forkopimda Malang Raya untuk mengantisipasi adanya lonjakan aktivitas masyarakat di tempat-tempat objek wisata. Hal itu memang ada segi positif soal membangkitkan ekonomi, namun negatifnya bisa pengaruhi laju penyebaran Covid-19. Sebab itu, diperlukan pengaturan yang tepat.

Ia juga menyebutkan harus ada kerjasama yang kuat dengan relawan agar dapat menambah kekuatan vaksinator. Sehingga, capaian vaksinasi di wilayah aglomerasi dapat semakin maksimal.

Lebih dalam, Sigit menyatakan, kepada Forkopimda Jawa Timur untuk melakukan pengawasan dan penjagaan ketat terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke kampung halamannya masing-masing.

“Antisipasi munculnya fenomena Revenge Travel atau masyarakat membanjiri destinasi wisata pasca-pembatasan mobilitas. Kabupaten dengan level 2 sudah dapat membuka objek wisata sebesar 50 persen dengan prokes ketat, serta dengan memantau melalui aplikasi PeduliLindungi,” pungkas Sigit. (*)

Kontributor : M. Prasetyo Lanang
Editor : Hendra Hari Wahyudi

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Unair Gelar Seminar Deteksi Kelelahan Berbasis Audiovisual di Kare

27 September 2023 - 18:19 WIB

Sinergi Penurunan Angka Stunting, Dinsos Jombang Adakan Sosialisasi

27 Juni 2023 - 13:47 WIB

Edukasi Masyarakat tentang TBC, Dinkes Nganjuk adakan Talkshow

12 April 2023 - 08:48 WIB

Wujudkan Eleminasi TBC Tahun 2030, Dinkes Nganjuk Gandeng Yabhysa

7 April 2023 - 21:14 WIB

Waspada Covid-19 Naik, Unair Adakan Workshop

5 November 2022 - 09:46 WIB

MDMC Utus Pimpinan Ikuti Pelatihan Manajemen Risiko Bencana di Australia

10 September 2022 - 14:20 WIB

Trending di Kesehatan