MALANG, PIJARNEWS.ID – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi sebuah gerakan edukasi lingkungan bertajuk Zero Waste Challenge di SMA Negeri 10 Malang pada Jumat (24/4/2026).
Inisiatif ini digulirkan sebagai langkah strategis guna mendorong transformasi perilaku pelajar agar mulai meminimalisasi ketergantungan pada plastik sekali pakai di area institusi pendidikan. Aksi turun langsung ke sekolah ini merupakan bentuk implementasi dari praktikum mata kuliah Politik Lingkungan.
Gagasan ini dilatarbelakangi oleh kian memprihatinkannya volume timbulan sampah harian, di mana plastik sekali pakai seolah menjadi barang yang sulit dilepaskan dari rutinitas pelajar. Koordinator kegiatan, Dina Ilfi Diyanati, menegaskan bahwa pendekatan program ini tidak hanya sebatas teori, melainkan ditekankan pada aksi nyata di lapangan.
“Kami ingin membiasakan hal-hal sederhana, seperti membawa botol minum dan wadah makan sendiri, supaya bisa dilakukan secara konsisten oleh siswa,” jelasnya.
Rangkaian agenda yang bergulir sejak pukul 07.30 WIB tersebut diawali dengan sambutan hangat dari pihak sekolah. Setelah itu, para pelajar disuguhi pemahaman komprehensif mengenai problematika lingkungan dan korelasinya dengan dinamika global, tak terkecuali krisis perubahan iklim dan pencemaran.
Edukasi ini menitikberatkan pada pembangunan kesadaran bahwa urusan tata kelola limbah bukan semata kewenangan sekolah, melainkan tanggung jawab setiap individu.
Guna membumikan pemahaman tersebut, panitia mahasiswa turut menggelar simulasi interaktif tata cara pemilahan sampah organik dan anorganik. Melalui metode partisipatif ini, siswa diharapkan mampu menyerap materi secara optimal untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, di sela-sela kampanye hijau ini, mahasiswa juga menyempatkan diri untuk menyosialisasikan Program Studi Hubungan Internasional UMM. Mereka menyoroti salah satu profil unggulan lulusannya, yakni karakter aktivisme global yang didorong untuk proaktif mengambil peran dalam menyelesaikan problematika dunia, termasuk isu ekologi.

Pihak SMAN 10 Malang merespons positif kolaborasi edukatif ini. Dalam sambutannya, perwakilan guru mengajak seluruh peserta didik untuk menanamkan kepekaan ekologis sejak dini dan mulai mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan.
Pada akhirnya, gelaran Zero Waste Challenge ini tidak hanya menjadi ajang pemenuhan tugas akademik bagi para mahasiswa, tetapi juga wujud kontribusi nyata dalam memupuk kepedulian lingkungan pada generasi muda demi mewujudkan kawasan sekolah yang bersih dan bebas dari sampah plastik.












