SUMENEP, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan serta mempromosikan produk-produk unggulan mereka melalui helatan Bazar Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa ajang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tersebut tidak hanya difungsikan sebagai sarana perluasan pasar, melainkan juga wadah promosi strategis bagi para pelaku UMKM berbasis komunitas pondok pesantren.
“Melalui peringatan HSN kali, kami ingin memanfaatkan momentum ini menjadi ruang promosi dan kegiatan yang berguna untuk peningkatan ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah, khususnya dari komunitas pesantren,” katanya saat meninjau kegiatan bazar di Sumenep, Jumat (23/10/2026) sebagaimana dikutip Antara.
Tercatat sebanyak 112 pelaku UMKM yang berasal dari berbagai jajaran pondok pesantren serta lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Sumenep antusias berpartisipasi dalam pameran produk tersebut.
Guna memberikan nilai tambah bagi para peserta, Pemkab Sumenep turut menyediakan gerai bantuan pengurusan kelengkapan izin operasional usaha dengan menerjunkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lokasi kegiatan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membuka akses perizinan berusaha secara langsung bagi UMKM. Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menyediakan fasilitas aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), perekaman KTP elektronik, hingga penerbitan dokumen kependudukan lainnya.
Tak ketinggalan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumenep turut berpartisipasi aktif dengan membuka layanan konsultasi mengenai strategi dan pola pengembangan jaringan usaha bagi para pelaku usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCNU Sumenep, KH Widadi Rahim, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Sumenep serta pihak terkait yang mendukung kesuksesan rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Ia mengaitkan pengintegrasian kegiatan ekonomi perdesaan ini dengan spirit Nahdlatut Tujjar, yakni gerakan perserikatan pedagang yang menjadi salah satu embrio sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) yang kini relevan untuk dihidupkan kembali demi kemandirian ekonomi umat.














