Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Headlines · 18 Feb 2021 11:26 WIB ·

Jalin Kerjasama, Dua Asosiasi Ini Kembangkan Wisata Desa di Indonesia


					Penandatanganan MoU antara ASPPI dan ASIDEWI. (Foto/Lukman) Perbesar

Penandatanganan MoU antara ASPPI dan ASIDEWI. (Foto/Lukman)

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Untuk memajukan dan mengembangkan potensi pariwisata di desa, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) bersinergi dengan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) untuk mewujudkan desa wisata di Indonesia.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hingga tahun 2018 sudah ada sebanyak 1.734 desa wisata dari total 83.931 desa di Indonesia.

“Potensi desa wisata sangat besar. Sehingga kami sepakat untuk melakukan kerjasama dalam hal peningkatan peran terhadap pengabdian masyarakat. Khususnya terkait pengembangan desa wisata di Indonesia. Nantinya, ASPPI maupun ASIDEWI akan saling mendukung dalam pelaksanaan program pengembangan, pendampingan, dan pembangunan desa wisata,” jelas Ketua Umum ASPPI, Safor Madianto, Rabu (17/2/2021).

Ia pun menyatakan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) desa wisata akan terus ditingkatkan. Sehingga, akan menjadi pelaku desa wisata yang profesional. Maraknya kemunculan desa wisata pada satu dasawarsa terakhir, kata dia, menjadi potensi besar dalam pengembangan pariwisata Indonesia.

“Karakteristiknya mampu menjaga kearifan lokal, lingkungan, dan memberdayakan ekonomi warga. Hal ini membuat desa wisata makin layak diperhitungkan,” ujar Safor.

Sementara itu, Ketua Umum ASIDEWI, Andi Yuwono menyambut baik kerjasama ini sebagai upaya mendorong kemajuan desa wisata. Ia juga mengingatkan pentingnya peran desa wisata dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia.

“Desa wisata merupakan pengejawantahan dari konsep Pariwisata Inti Rakyat. Ini mengandung arti bahwa masyarakat desa memperoleh manfaat sebesar-besarnya dalam pengembangan pariwisata,” tukasnya.

Lebih lanjut, masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata dalam bentuk pemberian jasa dan pelayanan. Hasilnya nanti dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di luar aktivitas mereka sehari-hari.

“Dan hal ini dapat dicapai melalui keterlibatan masyarakat desa dalam setiap aspek pariwisata yang ada di desa tersebut,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Sinarto mengatakan, sejak pertengahan hingga akhir tahun 2020 pertumbuhan sektor industri pariwisata sudah mencapai 900 industri wisata.

Bahkan tahun ini sudah ada lebih dari 1.000 industri pariwisata baru. Baik destinasi wisata ataupun penginapan. “Artinya, bisnis pariwisata itu terus berkembang,” katanya.

Tahun ini, lanjutnya, Disbudpar Jatim bakal membuat aplikasi berbasis android bernama ‘Jatim Stock’. Aplikasi ini akan menyediakan bank data (database) berisi foto dan video dokumentasi destinasi wisata yang selama ini dimiliki oleh Jatim.

“Di harapkan, masyarakat Jatim dapat memanfaatkan itu guna mempermudah mendesain produk usaha ekonomi kreatif yang sedang dirintisnya,” tandasnya. (fzi/mad)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Desa Kare Kabupaten Madiun Raih Juara 1 Ajang Madiun Tourism Award 2024

14 Juli 2024 - 16:40 WIB

Pemkab Madiun Gandeng Tim PPDB Unair Untuk Bersinergi Kembangkan Sektor Pariwisata

8 Juli 2024 - 19:00 WIB

Menparekraf Luncurkan Semarak Event Unggulan di Desa Wisata 2024

3 Juli 2024 - 15:09 WIB

Wisata Alam Buatan Sumber Raje Raih Juara 2 Dalam Festival Desa Wisata

30 Juni 2024 - 18:20 WIB

Kemenparekraf Dorong Penguatan Pengarusutamaan Gender

21 Juni 2024 - 16:20 WIB

Pemkab Mojokerto Tingkatkan SDM Desa Wisata Melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

14 Mei 2024 - 08:28 WIB

Trending di News