MALANG, PIJARNEWS.ID – Berlokasi di Jalan Pangestu, Dusun Telasih, Desa Kepuharjo, Karangploso Malang, berdiri sebuah komplek pondok pesantren megah yang memiliki fasilitas lengkap. Mulai dari asrama yang representatif, sport and arts center, laboratorium teknologi informasi, lingkungan yang bersih dan hijau, serta lainnya.
Pada awalnya, kompleks ini dibeli oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada November 2023. Kemudian oleh UMM dihibahkan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dan langsung membentuk tim untuk mengembahkan kompleks tersebut menjadi pondok pesantren internasional (PPI).
Ponpes yang berdiri di atas lahan seluas 1,1 hektar ini nantinya akan diorientasikan untuk menyiapkan calon pemimpin berwawasan global melalui berbagai program unggulan yang telah disiapkan.
Adapun peresmian pondok pesantren yang diberi nama Abdul Malik Fadjar (AMF) ini diselenggarakan pada Rabu, (21/2/2024). Hadir dalam peresmian ini Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM sekaligus Menteri Koordinator PMK Muhadir Effendy, Ketua PWM Jatim Sukadiono, Rektor UMM Nazaruddin Malik, beserta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Haedar menyampaikan terimakasih kepada UMM yang telah menyerahkan aset gedung kepada PWM Jatim dan kemudian dapat dikelola sebagai PPI AMF. Adapun penggunaan nama Abdul Malik Fadjar sebagai identitas ponpes itu tidak lain sebagai cara meneladani nilai perjuangan, kecerdasan, dan pengabdian seorang guru bangsa
“Beliau merupakan sosok yang saya takzimi. Kita semua juga tahu kiprah, perjuangan, dan kontribusi beliau. Bukan hanya bagi pendidikan di Muhammadiyah saja, tapi juga kontribusinya bagi pendidikan nasional. Termasuk di dalamnya usaha beliau untuk merintis pendirian UMM hingga menjadi universitas bertaraf internasional seperti sekarang,” ujarnya.
Di sisi lain, Menko PMK menegaskan bahwa UMM telah melakukan langkah konkret dalam dalam pengembangan persyarikatan Muhammadiyah. Hal itu dibuktikan dengan pemberian hibah gedung pondok pesantren ini kepada PWM Jatim. Ia berharap agar langkah ini bisa ditiru oleh amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang lain.
“Jadi jangan selalu menunggu dapat sesuatu dari pimpinan Muhammadiyah. Tapi juga bisa ikut berkontribusi langsung seperti UMM ini. Semoga ponpes internasional ini mampu memberikna manfaat yang banyak dan luas,” tuturnya. (msqn)














