Mendes PDT Jalin 70 Lebih Kerja Sama untuk Perkuat Ekonomi Desa

Desa

SUMEDANG, PIJARNEWS.ID – Dalam rangka mendongkrak roda perekonomian di tingkat perdesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus memperluas jaringan kemitraan strategisnya. Langkah masif ini diwujudkan lewat penandatanganan lebih dari 70 nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai instansi lintas sektor.

Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, saat berada di Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (21/5/2026), menekankan bahwa urusan membangun desa mutlak membutuhkan sinergi kolektif dari berbagai pihak.

banner 350x525

“Kita telah melakukan lebih dari 70 MoU dan kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, BUMN (Badan Usaha Milik Desa), hingga pihak luar negeri. Karena pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa strategi gotong royong ini sejalan dengan arahan Presiden mengenai pentingnya membentuk sebuah kelompok kerja yang solid (super team) guna membangun perekonomian bangsa. Sinergi lintas sektoral ini dinilai sangat krusial demi mengakselerasi transformasi desa agar lekas menjelma menjadi poros-poros baru pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki 75.266 desa. Jadi kalau Menteri Desa harus turun ke semua desa setiap hari, tidak mudah selesai. Karena itu perlu kolaborasi. Presiden kita mengatakan, kita ini harus jadi super team,” jelasnya sebagaimana dikutip Antara.

Menurutnya, milai strategis desa semakin tak terbantahkan mengingat kawasan perdesaan merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional yang menyuplai berbagai komoditas penting, mulai dari beras, jagung, aneka sayur dan buah, hingga sumber protein hewani.

Ia turut membeberkan progres menggembirakan dari eksistensi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang menjadi salah satu titik berat dalam program kemitraan tersebut. Menurut catatannya, saat ini ribuan BUMDes telah tumbuh pesat dengan rentang pendapatan yang luar biasa, mulai dari kisaran di bawah Rp1 miliar hingga menembus angka Rp28 miliar setiap tahunnya.

Bahkan, prestasi sejumlah BUMDes telah sukses melampaui batas pasar domestik. Berbekal potensi lokalnya, badan usaha desa tersebut berhasil merambah rantai perdagangan internasional.

“BUMDes telah mengekspor kentang, produk sapi, hingga ikan ke Kanada, Prancis, Inggris, dan Afrika Selatan. Ada desa dengan pendapatan Rp17,6 miliar, ada juga yang Rp28 miliar per tahun.,” ujarnya.

Diakhir, ia menggarisbawahi bahwa seluruh rangkaian kolaborasi dan penguatan program ini, tak terkecuali pengembangan sektor BUMDes, didedikasikan sepenuhnya untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan mengikis habis angka kemiskinan di perdesaan.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png