Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Ormas · 21 Jun 2021 08:40 WIB ·

Muhammadiyah Perlu Memperluas Jaringan Kapital sebagai Sarana Dakwah


					SAMBUTAN: Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir memberikan tausiyah pada peserta Musypimda dan silaturahim yang digelar PD Muhammadiyah Kabupaten Malang. Perbesar

SAMBUTAN: Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir memberikan tausiyah pada peserta Musypimda dan silaturahim yang digelar PD Muhammadiyah Kabupaten Malang.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Muhammadiyah perlu merespon kemajuan informasi dan teknologi di era modern, dengan semakin memperkuat kapitaliasai jaringan. Jika hal itu diabaikan, maka gerakan Muhammadiyah akan melambat. Kapitalisasi jaringan juga merupakan salah satu kunci bangkitnya peradaban Islam.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Saad Ibrahim dalam acara Silaturrahim dan Musypimda (Musyawarah Pimpinan Daerah) II, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Malang, Minggu (20/6/2021). Kegiatan yang digelar secara luring dan daring ini diselenggarakan di Rayz UMM Hotel.

“Kapitalisasi jaringan begitu penting untuk mempercepat kemajuan gerak organisasi. Muhammadiyah bukan sekadar gerakan amar ma’ruf nahi mungkar. Ia juga didukung dengan kesadaran kapitalisasi jaringan. Amal usaha kita juga bersifat sosial religious sekaligus profit oriented. Itu semua untuk mendukung gerakan Muhammadiyah,” katanya.

Saad -sapaan akrabnya – kemudian mencontohkan PDM Lamongan, Lumajang, dan Bojonegoro yang mempunyai SPBU. Dengan orientasi itu, pengembangan gerakan Muhammadiyah lebih mandiri dan akan cepat. Karena itu, Saad mengingatkan para peserta Musypimda agar menguasai kapitalisasi jaringan yang saat ini belum optimal.

“Kita harus menengok ke luar pula. Kalau dahulu Barat belajar dari Islam karena peradaban kita maju. Saat ini kita juga tak boleh enggan untuk belajar ke Barat. Mengapa? Karena peradaban saat ini tidak bisa lepas dari globalisasi akibat kemajuan pesat Barat. Ini juga untuk menyongsong bangkitnya peradaban Islam kedua,” jelasnya.

Bagi Saad, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bagian tak terpisahkan dari pengembangan kapitalisasi jaringan dan menyongsong peradaban Islam. Jaringan ke luar Muhammadiyah harus terus dibangun. Misalnya mengapa Rumah Sakit Siloam berkembang pesat dan dipercaya masyarakat? Itulah pentingnya kapitalisasi jaringan. Perkembangan di luar Muhammadiyah juga sudah pesat. Itu bisa dijadikan contoh Muhammadiyah.

“Dalam konteks organisasi semakin banyak silaturrahim, maka ada jaminan kebaikan dan surga. Jika warga Muhammadiyah berkhidmat dalam organisasi, urusan finansial organisasi akan dibuka oleh Allah SWT. Di dalamnya ada barokah. Bertambahnya kebaikan-kebaikan,” jelas dosen UIN Maliki Malang tersebut.

Acara silaturahim dan Musypimda ini juga dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, para pimpinan PD Muhammadiyah, majelis dan lembaga. Tak kurang juga 33 Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah, serta pengelola AUM dan ortom se-Kabupaten Malang. (fan)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Penandatanganan MoU tentang Layanan Jasa Keuangan antara Bank Jatim dengan PW Muhammadiyah Jatim

6 Juli 2024 - 15:08 WIB

Sekum Muhammadiyah di UMM: AUM Makmurkan Negara

2 Juli 2024 - 05:52 WIB

MPM PP Muhammadiyah Komitmen Berdayakan Buruh Migran

29 Juni 2024 - 16:22 WIB

Desak Guru Besar Bersuara Polemik UKT, DPP IMM: Jangan hanya Saat Hajatan Politik Saja

26 Mei 2024 - 19:19 WIB

Bahas Makna Pemuda Negarawan, PCPM Solokuro Datangkan PP Pemuda Muhammadiyah dan Akademisi

25 Mei 2024 - 18:34 WIB

Peringati Milad, PCPM Solokuro Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

24 Mei 2024 - 19:29 WIB

Trending di Ormas