Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Headlines · 6 Sep 2021 06:15 WIB ·

Optimalkan Gerakan Kemanusiaan, Lazismu Wonocolo Launching Ambulans dan Gelar Tabligh Akbar


					SIMBOLIS: Prosesi Potong Pita dalam Launching layanan ambulans Lazismu Wonocolo. Perbesar

SIMBOLIS: Prosesi Potong Pita dalam Launching layanan ambulans Lazismu Wonocolo.

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Ada pemandangan yang tidak biasa yang terjadi di depan Masjid Fastabiqul Khairot yang bertempat di Jalan Pabrik Kulit No. 108 Jemurwonosari, Wonocolo, Surabaya pada Ahad pagi (5/9). Masjid yang biasanya dipenuhi sepeda onthel dan motor jamaah saja, namun kali ini tidak terdapat mobil ambulans yang terparkir dengan pita yang menghiasinya. Hal ini dikarenakan adanya acara launching program terbaru dari Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Wonocolo berupa layanan ambulans gratis bagi warga masyarakat sekitar.

Ambulans Lazismu ini tidak terbatas melayani warga Muhammadiyah saja, namun juga diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada. Mukhlasin, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonocolo menyampaikan, bahwa ambulans ini murni dari hasil sumbangan yang merepresentasikan wujud dari gerakan jamaah. “Sehingga dikarenakan sumbernya dari jamaah, diharapkan kemudian dapat melayani seluruh jamaah dan elemen masyarakat,” ujarnya.

SOLID: Pengurus Kantor Layanan Lazismu Wonocolo Surabaya

Lebih lanjut Mukhlasin menjelaskan, bahwa layanan dari Masjid Fastabiqul Khairat ini kedepannya tidak hanya berupa ambulans saja. “Donasi dan santunan Lazismu juga dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat yang lebih luas,” jelas Muklasin.

Acara pengajian Ahad pagi yang diadakan tersebut, tidak hanya hanya di isi dengan launching ambulans, tetapi juga disertai dengan santunan anak yatim. Terlebih dengan hadirnya Tokoh Masyarakat, Tokoh Keagamaan, serta para ketua RT dan RW setempat yang membuat acara semakin menarik. Sutanto, ketua RW 5 yang memberikan sambutan perwakilan sambutan warga menuturkan, sebagai wakil dari masyarakat sangat senang dengan adanya kegiatan serta layanan dari Lazismu. “Sangat terharu dengan program-program Lazismu yang telah berjalan selama masa pandemi, dimana program bantuan bagi warga isolasi mandiri telah banyak menolong warganya yang sakit. Apalagi saat ini Lazismu menambah pelayanannya melalui program ambulans gratis ini. Tentunya hal ini semakin menambah kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat,” ucapnya.

Sutanto juga berharap, adanya koordinasi dengan pihak setempat terkait program-program yang ada. “Khususnya pelayanan ambulans ini, agar dikoordinasikan sebagai layanan satu pintu melalui RT dan RW setempat, sehingga akan semakin terjalin kerjasama yang baik dengan warga masyarakat,” imbuh Sutanto dalam sambutannya.

SIAP MELAYANI: Mobil pelayanan ambulans Lazismu Wonocolo.

Adapun bagi masyarakat yang membutuhkan layanan, dapat menghubungi kontak pelayanan ambulans Lazismu Wonocolo pada nomor : 081252939801 / 085735104501. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan disambung dengan simbolis launching pemotongan pita yang menghiasi ambulans. Diawali dengan doa yang dipimpin oleh Dr KH Misbahul Munir MAg, yang merupakan perwakilan dari Tokoh Keagamaan Jemurwonosari, acara Ceremony Launching Ambulance pun digelar. Kemudian acara ditutup dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh Abdul Basit Lc MPdI, Ketua Lembaga Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Dalam pengajiannya, pria yang juga menjadi Ketua Yayasan Muslim Asia menyampaikan, bahwa apapun jenis program kemanusiaannya tidak boleh menimbulkan rasisme dan sekat-sekat dalam masyarakat. “Karena agama Islam memang salah satunya agama yang berdimensi rahmatan lil alamin, sehingga praktek beragama itu untuk kemanusiaan yang berbasis universalitas,” terang ustadz Abdul Basit.

Hal itu sangat sesuai dengan slogan Lazismu yakni “Memberi Untuk Negeri”, dimana dalam mempraktekan agama tidak terbatas oleh perbedaan apapun. Namun mengutamakan asas kemanfaatan serta kemanusiaan didalamnya, sehingga hadirnya Islam tidak hanya untuk umat Islam itu sendiri, namun dapat memberikan rahmat bagi seluruh alam. Karena gerakan kemanusiaan yang ada diperuntukan bagi manusia itu sendiri, serta demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.  (Hen)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Provinsi Jabar Jadi Daerah Terpadat Di Idonesia

20 Juli 2024 - 16:01 WIB

Kadin DPMD Blitar Pastikan Anggaran Gaji Kades Sudah Tersedia

19 Juli 2024 - 20:49 WIB

Pemkab Kudus Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kepada 118 Kepala Desa

18 Juli 2024 - 20:09 WIB

Pemkab Kediri Gelontorkan Rp.51,45 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Tingkat Desa

18 Juli 2024 - 20:03 WIB

Cegah Urbanisasi, Dirjen Bina Pemdes Tingkatkan P3PD

17 Juli 2024 - 18:58 WIB

Pendamping Desa, Salah Satu Pilar Penopang Kinerja Kemendes PDTT

15 Juli 2024 - 19:16 WIB

Trending di News