TANGERANG, PIJARNEWS.ID – Upaya mewujudkan sistem pembayaran yang aman dan terjangkau terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten. Langkah transformasi digital ini ditargetkan mampu memperluas akses layanan transaksi masyarakat hingga menyentuh lingkup kecamatan, kelurahan, bahkan pelosok desa.
“Digitalisasi harus hadir sampai ke wilayah pedesaan. Masyarakat perlu mendapatkan akses pembayaran yang mudah, aman, dan terjangkau tanpa harus selalu datang ke kantor pelayanan,” ujar Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang pada hari Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, kemudahan layanan di era digital tidak semestinya hanya menjadi hak istimewa warga perkotaan, tetapi wajib didistribusikan secara merata hingga ke kawasan perdesaan. Transformasi sistem transaksi digital di akar rumput ini dinilai sebagai wujud nyata dari reformasi birokrasi, yang bertujuan melahirkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, efisien, cepat, dan mudah diawasi.
“Karena itu, sosialisasi dan edukasi harus diperluas hingga tingkat desa,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa, “Program tersebut juga telah menjadi salah satu prioritas dalam RPJMD Kabupaten Tangerang Tahun 2025–2029,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Guna mengakselerasi kebijakan ini, Pemkab Tangerang telah menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk terus menambah opsi kanal pembayaran pajak maupun retribusi.
Selain itu, Bapenda diminta memperbaiki kualitas pendataan, menggenjot pengawasan dan penagihan, serta rutin memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan warga. Pada level kewilayahan, seluruh camat, kepala desa, dan lurah diwajibkan proaktif menyosialisasikan literasi digital sekaligus membenahi infrastruktur pendukung di wilayah kerjanya masing-masing.
“Keberhasilan TP2DD bukan hanya menjadi tanggung jawab Bapenda. Ini merupakan tugas bersama. Seluruh perangkat daerah dan unsur kewilayahan harus memiliki komitmen yang sama untuk memperluas digitalisasi transaksi,” ujarnya.
Lebih lanjut, percepatan digitalisasi ekonomi desa ini tidak bisa berjalan sendiri. Bupati Maesyal secara khusus meminta dukungan dan sinergi lintas sektor dari Bank BJB serta Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kanal pembayaran nontunai, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepatuhan warga sekaligus memaksimalkan pendapatan daerah.
“Kami juga meyakini melalui dorongan transformasi digital akan meningkatkan pembangunan Kabupaten Tangerang yang semakin merata dan berkelanjutan,” katanya.














