Pemkab Lamongan Gelontorkan Bantuan Pangan untuk 177 Ribu Keluarga

Bantuan Lamongan

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengambil langkah proaktif untuk mengamankan stabilitas ketahanan pangan warganya dengan mendistribusikan stok Cadangan Pangan Pemerintah.

Bantuan logistik ini disalurkan kepada sekitar 177.486 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 27 kecamatan, sebagai tameng antisipasi menghadapi tren tekanan ekonomi serta potensi cuaca ekstrem yang tak menentu.

banner 350x525

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turun langsung untuk memimpin penyerahan bantuan di dua lokasi, yakni Desa Pucangro di Kecamatan Kalitengah dan Desa Sumberwudi di Kecamatan Karanggeneng pada Sabtu (9/5/2026).

“Upaya penyaluran bantuan ditujukan supaya masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan,” katanya sebagaimana dikutip Antara.

Melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah ini, ia memaparkan bahwa setiap KPM berhak menerima jatah pasokan bulanan berupa 10 kilogram beras bersanding dengan dua liter minyak goreng. Sebagai gambaran alokasi, wilayah Kecamatan Karanggeneng mendistribusikan hak bagi 6.096 Penerima Bantuan Pangan (PBP), di mana 408 sasaran di antaranya bermukim di Desa Sumberwudi. Sementara itu, di Kecamatan Kalitengah tercatat ada 5.122 PBP, dengan 324 penerima merupakan warga Desa Pucangro.

Pada waktu yang bersamaan, agenda pendistribusian juga dikawal oleh Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara di Balai Desa Primpen, Kecamatan Bluluk. Dalam arahannya kepada warga, ia menitikberatkan urgensi perlindungan keamanan dan validitas data pribadi agar hak mereka tidak terhapus dari sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ia mewanti-wanti bahwa rekam jejak yang bermasalah—seperti jeratan kredit macet, keterlibatan judi daring, hingga penyalahgunaan identitas—bisa berakibat fatal pada pencabutan status kepesertaan bansos. Adapun total logistik yang digelontorkan untuk Kecamatan Bluluk menyentuh angka 60.040 kilogram beras dan 12.008 liter minyak goreng. Bantuan masif ini menyasar 3.002 KPM, termasuk 215 warga asal Desa Primpen.

Terkait jumlah logistik yang diterima warga saat ini, Wakil Pimpinan Bulog Cabang Bojonegoro Shinta Wiharjo memberikan penjelasan. Ia menerangkan bahwa paket yang disalurkan merupakan rapelan untuk periode bulan Februari dan Maret, sehingga tiap-tiap KPM langsung mengantongi 20 kilogram beras beserta empat liter minyak goreng sekaligus.

Lebih jauh, ia menyoroti nilai tambah strategis dari program ini, di mana stok beras yang digunakan murni diserap dari hasil panen para petani di Lamongan. Dengan demikian, mata rantai program ini tak hanya menjadi bantalan sosial pencegah rawan pangan, tetapi juga memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi penguatan roda ekonomi sektor pertanian daerah.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png