LUMAJANG, PIJARNEWS.ID – Progres pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Memasuki pertengahan Mei 2026, tercatat sebanyak 36 unit gedung operasional untuk program tersebut telah berhasil diselesaikan.
“Di Kabupaten Lumajang saat ini 36 gedung sudah rampung dan yang lainnya masih proses pembangunan, termasuk penentuan lahan yang tepat,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang Muhammad Ridha pada Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa akselerasi pengerjaan KDMP ini merupakan wujud nyata dukungan daerah terhadap program prioritas nasional yang dirancang untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan dari tingkat perdesaan. Untuk memastikan pemerataan, pihak dinas terus memantau dan mengkaji lokasi-lokasi lain yang ditargetkan dalam program ini.
“Di titik lainnya masih dalam tahap pembangunan fisik maupun penentuan lahan agar proses percepatan dapat berlangsung merata di seluruh wilayah Lumajang,” tuturnya sebagaimana dikutip Antara.
Secara umum, pencapaian ini menjadi indikator bahwa realisasi program koperasi desa di Lumajang bergerak secara dinamis. Fokus utama pemerintah kabupaten saat ini adalah mematangkan ketersediaan infrastruktur agar nantinya roda bisnis koperasi bisa langsung bergulir secara bertahap.
“Harapannya percepatan itu segera selesai agar seluruh titik bisa siap mendukung operasional koperasi,” katanya.
Ketersediaan gedung yang representatif dinilai sangat krusial mengingat KDMP disiapkan sebagai jantung baru bagi aktivitas niaga warga. Ke depannya, bangunan ini akan memfasilitasi berbagai layanan bisnis, menjadi simpul distribusi komoditas lokal, serta mengoordinasikan skema usaha bersama yang berakar pada potensi unik masing-masing desa.
Visi pemberdayaan ini turut mendapat dukungan penuh dari elemen aparat kewilayahan. Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menyoroti fungsi esensial koperasi dalam memperkokoh fondasi perekonomian warga melalui asas gotong royong dan kemandirian.
“Koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam membangun ekonomi kerakyatan. Kehadirannya diharapkan membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta mendukung desa yang mandiri dan sejahtera,” katanya.
Secara keseluruhan, tuntasnya pendirian fasilitas fisik KDMP adalah langkah pertama untuk melahirkan episentrum ekonomi baru di kawasan perdesaan Lumajang. Ketika infrastruktur rampung, agenda strategis akan langsung bergeser pada pemantapan sistem kelembagaan, tata kelola manajemen, dan penciptaan unit-unit bisnis sektoral.
Dengan akselerasi yang berkesinambungan ini, desa-desa di Lumajang bersiap bertransformasi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang mengusung semangat pemerataan dari akar rumput.














