SULAWESI BARAT, PIJARNEWS.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Barat, menggelar webinar nasional terkait polemik penulisan ulang sejarah Indonesia yang menjadi program nasional Pemerintah di era Prabowo pada Selasa (15/7/2025) melalui platform Zoom.
Dengan mengangkat tema “Ketika Sejarah Ingin Ditulis Ulang: Mau Dibawa Kemana Ingatan Kolektif Bangsa”, webinar ini diikuti oleh puluhan kader IMM dari berbagai macam daerah.
Sekretaris Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM Sulbar, Atallah Daffa mengungkapkan bahwa tujuan webinar ini dilaksanakan untuk merespon isu-isu kontemporer yang menjadi perhatian publik
“IMM sudah seharusnya menggunakan kepekaan sosial dalam melihat dinamika kebangsaan hari ini,” tegasnya.
Oleh karena itu, DPD IMM Sulbar menghadirkan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia, Adi Arwan Alimin sebagai orang yang memiliki kapasitas di bidang sejarah untuk menjadi narasumber webinar.
Dalam paparannya, ia menilai proyek nasional dibawah naungan Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Fadly Zon, kian terus mengalami pro dan kotra dikalangan pemerhati budaya, masyarakat sejarawan Indonesia, organisasi kepemudaan hingga masyarakat sipil.
“Saya sepakat jika disebutkan sebagai pemutakhiran sejarah ketimbang penulisan ulang sejarah,” katanya.
Menurutnya, ruang-ruang diskusi sangat diperlukan dalam mengawal berjalannya kepenulisan ulang sejarah Indonesia yang hari ini terkesan terburu-buru dan ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Ia juga mendesak pemerintah untuk menerapkan asas akuntabilitas/partisipasi publik dalam pembuatan penulis sejarah ulang. Dengan begitu, masyarakat sipil bisa turut andil mengambil sikap agar tim penyusun kepenulisan ulang sejarah Indonesia mampu menjaga, mengedepankan nilai-nilai dan kode etik intelektual.














