Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

News · 26 Nov 2021 15:11 WIB ·

Prof. Zainuddin Maliki : Politik Ada yang Memiliki Kekuasaan, Tapi Tidak Menguasai


					Foto : Prof. Zainuddin Maliki saat menjadi narasumber dalam webinar yang diadakan oleh Kedai Jambu Institute (KJI) dengan tema Ancaman Oligarki dalam Kehidupan Demokrasi (26/11) Perbesar

Foto : Prof. Zainuddin Maliki saat menjadi narasumber dalam webinar yang diadakan oleh Kedai Jambu Institute (KJI) dengan tema Ancaman Oligarki dalam Kehidupan Demokrasi (26/11)

JOMBANG, PIJARNEWS.ID – Kedai Jambu Institute (KJI) mengadakan Webinar dengan tema “Ancaman Oligarki dalam Kehidupan Demokrasi” pada Jum’at (26/11) melalui Zoom Meeting. Acara yang dipandu oleh Wilda Kumalasari, Peneliti Muda RBC Institute A. Malik Fajar tersebut, menghadirkan Wawan Sobari, S.I.P, M.A.,P.hD, pengamat politik, serta Prof. Zainuddin Maliki, M.Si, Anggota DPR RI 2019-2024 Fraksi Partai Amanat Nasional.

Wawan Sobari mengatakan, tidak mudah memutus mata rantai oligarki. “Karena jumlah political power yang juga tidak mudah untuk melawan, kita harus mencoba melihat demokrasi bahwa masih banyak kekurangan. Kekuatan penyeimbang seperti organisasi massa tentunya dapat menjadi kekuatan dan juga harapan. Kekuatan moral dari ormas harus di kedepankan, serta politik digital juga harus di cermati dengan memainkan narasi. Dimana ruang digital yang menjadi ruang politik baru,” kata Dosen Ilmu Politik Universitas Brawijaya tersebut.

Disisi lain Prof. Zainuddin juga menyampaikan seperti apa politik di Indonesia. Ia menilai, saat ini banyak politik yang di isi oleh politisi yang seakan-akan memihak rakyat kecil. “Semisal seperti ada politisi yang tidur di rumah guru honorer, dirasa sudah memihak pada nasib guru honorer. Namun itu ternyata hanya sebagai pencitraan, apalagi di era media,” katanya.

Lebih lanjut Prof. Zainuddin menyampaikan, bahwa kondisi demokrasi kita saat ini juga dikuasai oleh oligarki. “Politik itu ada yang memiliki kekuasaan, tapi yang memiliki kekuasaan tidak selalu menguasai. Begitupun sebaliknya, yang menguasai juga tidak harus memiliki kekuasaan,” terang pria kelahiran Tulungagung tersebut.

“Masyarakat kita juga banyak yang pragmatis, dimana kebanyakan mereka mempunyai NPWP, tapi bukan Nomor Pokok Wajib Pajak, namun Nomor Piro Wani Piro. Jadi mereka tidak memilih yang benar, tetapi lebih memilih yang bayar,” ungkap Prof. Zainuddin.

Menurutnya, jika politik semuanya terjadi seperti yang ia rasakan, maka akan tidak berlaku Nomor Piro Wani Piro. “Mereka yang ada di Dapil saya, Gresik-Lamongan memilih yang benar. Maka kondisi demokrasi bukan jadi politik transaksional, karena harusnya partai yang memiliki transaksi, bukan orang per orang. Jika demokrasi kita tidak terbuka seperti sekarang,” pungkas Prof. Zainuddin. (*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Provinsi Jabar Jadi Daerah Terpadat Di Idonesia

20 Juli 2024 - 16:01 WIB

Kadin DPMD Blitar Pastikan Anggaran Gaji Kades Sudah Tersedia

19 Juli 2024 - 20:49 WIB

Pemkab Kudus Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kepada 118 Kepala Desa

18 Juli 2024 - 20:09 WIB

Pemkab Kediri Gelontorkan Rp.51,45 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Tingkat Desa

18 Juli 2024 - 20:03 WIB

Cegah Urbanisasi, Dirjen Bina Pemdes Tingkatkan P3PD

17 Juli 2024 - 18:58 WIB

Pendamping Desa, Salah Satu Pilar Penopang Kinerja Kemendes PDTT

15 Juli 2024 - 19:16 WIB

Trending di News