SAMPANG, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, berkolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Pelepasan armada bantuan sejuta liter air bersih yang menyasar tujuh kecamatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz, di halaman Pendopo Pemkab Sampang pada Kamis (8/10/2026).
“Bantuan air bersih hasil kerja sama antara pemkab dengan SKK Migas ini menjadi langkah penting di tengah kondisi kemarau panjang dimana banyak warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa tujuh kecamatan yang menjadi sasaran bantuan merupakan wilayah terdampak pada musim kemarau kali ini, yakni Kecamatan Robatal, Kedungdung, Karang Penang, Sreseh, Tambelangan, Banyuates, serta Kecamatan Pangarengan.
“Sampang memiliki 14 kecamatan, tujuh di antaranya terdampak kekeringan, sehingga penyaluran bantuan sejuta liter air ini, kita arahkan ke sana,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pembagian air bersih ini merupakan upaya penanganan jangka pendek. Di saat yang sama, pihak pemerintah daerah juga tengah merealisasikan solusi permanen untuk mengatasi permasalahan krisis air.
“Kalau penanganan jangka panjang yang juga sedang kami lakukan, adalah pembangunan embung hingga perlindungan sumber mata air sampai daerah resapan air,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini berjalan lancar berkat peran serta Forum Sampang Sehat (FSS) sebagai inisiator kegiatan.
“Semoga program ini bisa bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat, bantuan ini bukan sekedar bakti sosial namun bentuk aksi nyata kepedulian SKK Migas dan KKKS Jabanusa,” katanya.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, sebanyak 94 desa dilaporkan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Puluhan desa tersebut tersebar di 12 kecamatan dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, dengan tujuh kecamatan di antaranya tergolong dalam kategori terdampak parah.















Respon (1)
Komentar ditutup.