JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong para tenaga pendamping desa untuk mengambil peran aktif dalam mengidentifikasi serta mengoptimalkan potensi lokal di wilayah tugas masing-masing. Langkah ini dinilai sangat krusial agar kekayaan dan keunggulan spesifik desa dapat dikonversi menjadi peluang bernilai ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BPSDM) Kemendes PDT, Rosyid Althaf, saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk “Mengubah Potensi Desa Menjadi Nilai Ekonomi” yang dipantau dari Jakarta pada Jumat (2/10/2026).
“Jadi, potensi desa ini ya harus kita petakan. Jadi, kekuatan kita ada teman-teman tenaga pendamping,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan tenaga pendamping desa merupakan pilar vital dalam proses pemberdayaan masyarakat. Pendampingan yang intensif dibutuhkan mulai dari memetakan potensi, melakukan analisis kebutuhan, hingga merumuskan langkah taktis agar aset dan potensi tersebut dapat dikelola secara mandiri oleh warga setempat.
Lebih lanjut, keberadaan pendamping di lapangan juga terbukti menjadi katalisator perubahan yang mempercepat fase pembangunan desa. Rosyid mencontohkan adanya fenomena inspiratif di mana sebuah wilayah yang semula berstatus desa sangat tertinggal mampu melakukan lompatan status menjadi desa mandiri.
Keberhasilan lompatan pembangunan tersebut, menurutnya, merupakan buah dari kombinasi harmonis antara gagasan inovatif kepala desa, partisipasi warga, serta pengawalan yang konsisten dari para pendamping.
“Berkat inovasi dari kepala desa dan masyarakatnya, dibarengi dengan pendampingan yang dilakukan oleh teman-teman tenaga pendamping, desa itu melompat,” ungkapnya sebagaimana dikutip Antara.
Atas dasar pengalaman empiris tersebut, ia menilai pentingnya melakukan penataan dan dokumentasi terhadap rekam jejak pendampingan yang berhasil. Model atau pola pendampingan yang telah teruji efektif perlu dipelajari secara mendalam agar dapat direplikasi dan menjadi bahan pembelajaran bagi desa-desa lainnya di seluruh Indonesia.
“Pola-pola pendampingannya seperti apa sih sehingga menghasilkan lompatan yang sangat luar biasa itu,” tuturnya.
Menutup paparannya, ia mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam ekosistem pemberdayaan desa untuk saling memperkuat kolaborasi. Sinergi antarpihak menjadi kunci utama dalam menerjemahkan setiap potensi terendam di desa agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara berkelanjutan.














