BALI, PIJARNEWS.ID – Kejaksaan Negeri Gianyar meluncurkan aplikasi Jaga Desa dan memberikan penyuluhan kepada kepala desa dan lurah se-Kabupaten Gianyar guna mengawal penggunaan dana desa agar tepat sasaran di Gedung MPP Kabupaten Gianyar.
Kepala Kejari Gianyar Agus Wirawan Eko Saputro menjelaskan bahwa aplikasi Jaga Desa merupakan singkatan dari Jaksa Garda Desa, yang merupakan fungsi dari kejaksaan untuk mengawal dan mendampingi desa agar penggunaan dana desa bisa berjalan maksimal.
“Peluncuran aplikasi Jaga Desa sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Desa,” katanya pada Kamis (6/2/2025).
Ia mengungkapkan bahwa aplikasi Jaga Desa merupakan upaya mewariskan kebaikan kepada anak, apalagi jabatan sebagai kepala desa merupakan pucuk pimpinan di desa sehingga harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya seperti peningkatan akuntabilitas, ataupun transparansi, karena sudah dipercaya mengelola dana desa yang begitu besar agar sesuai dengan tujuan dari adanya dana desa.
“Tujuan dana desa sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pedesaan sehingga mengurangi kesenjangan pembangunan antara desa dan kota,” ungkapnya sebagaimana dikutip Antara.
Peluncuran aplikasi Jaga Desa sesuai Insja No. 5 Tahun 2023 tentang Jaga Desa dimana kejaksaan dapat melakukan asistensi, mengawal pengelolaan keuangan desa yang tepat sasaran, membangun kesadaran hukum masyarakat dan mengoptimalkan peran rumah restorative justice.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar Dewa Gede Alit Mudiarta yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menjelaskan dengan berlakunya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa diikuti pula oleh banyaknya regulasi yang diterbitkan oleh masing-masing kementerian, yang mengharuskan kepala desa (perbekel) dan perangkat desa senantiasa dituntut untuk memahami dan melaksanakan kegiatan-kegiatan berdasarkan regulasi yang ada.
“Namun kami menyadari kemampuan memahami regulasi tersebut masih ada kendala terutama terkait kemampuan sumber daya manusia masing-masing desa yang karakteristiknya tidak sama. Dengan adanya acara seperti ini diharapkan pemahaman perbekel terhadap regulasi yang ada akan semakin meningkat dan nantinya pemahaman tersebut akan diteruskan kepada perangkat desa dan masyarakat,’’ jelasnya.














