SUMATERA BARAT, PIJARNEWS.ID – Koperasi Merah Putih sebagai pilar ekonomi desa memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi pada Sabtu (21/2/2026) di Koperasi Kelurahan Merah Putih Balai Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat.
“Koperasi Kelurahan Merah Putih tidak sekadar sebagai lembaga ekonomi, tetapi sebagai instrumen strategis negara dalam memperkuat ketahanan keluarga, memperluas akses pendidikan, serta menghadirkan layanan perlindungan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ungkpnya.
Oleh sebab itu, ia mendorong partisipasi aktif keluarga dalam memanfaatkan peluang ekonomi, mulai dari menanam komoditas pangan di pekarangan rumah hingga mengembangkan usaha ternak skala kecil.
“Hasil produksi masyarakat diharapkan dapat diserap oleh koperasi maupun unit usaha yang terintegrasi, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Menurutnya untuk mewujudkan desa yang kokoh secara sosial dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing, diperlukan sinergi penguatan ekonomi desa, akses pendidikan, layanan kesehatan preventif, serta dukungan pengasuhan yang adaptif.
Di saat yang sama ia juga meninjau Klinik UMKM Minang Bangkit, sebuah pusat layanan terpadu yang diinisiasi oleh pemerintah bersama Kementerian UMKM untuk mempercepat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana di Sumatera Barat.
Klinik ini dirancang untuk menyediakan pendampingan usaha, akses pembiayaan, konsultasi manajemen, serta memfasilitasi pemasaran dan produksi bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana, sehingga usaha mereka tidak hanya pulih tetapi juga naik kelas dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak dapat dipisahkan dari agenda pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, mengingat mayoritas pelaku usaha di tingkat desa adalah perempuan yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
“Ketika usaha perempuan tumbuh dan pendapatan keluarga stabil, maka kualitas pengasuhan meningkat, pendidikan anak terjaga, dan risiko kerentanan sosial dapat ditekan,” ucapnya.














