JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Pembangunan kawasan pedesaan tidak boleh lagi hanya terpaku pada pencapaian fisik. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, menegaskan bahwa kunci utama dari kemajuan sebuah desa sejatinya terletak pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kalau kita bicara tentang pembangunan khususnya desa, maka tidak cukup hanya bicara tentang infrastruktur, konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi, jauh yang lebih penting adalah membangun sumber daya manusia,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan Bahasa Jepang Batch 2 di Kantor Kemendes, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Atas dasar tersebut, arah pembangunan desa di Indonesia semestinya berfokus pada pencetakan individu-individu unggul yang siap bertarung di tengah dinamika dunia kerja modern.
Menurutnya, mengerek kapasitas SDM desa adalah langkah strategis guna membuka gerbang kesempatan kerja yang lebih masif, bahkan hingga merambah ke kancah global.Inisiatif pelatihan, semacam program bahasa Jepang hasil kolaborasi Kemendes PDT dengan PT Mojo Indonesia Raya, dipandang sebagai jembatan pembuka bagi pemuda desa dalam memoles daya saing mereka.
Ia memandang program ini lebih dari sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah investasi jangka panjang demi membekali masa depan warga pedesaan.
“Ini bukanlah sekadar satu kegiatan formalitas atau pelatihan bahasa saja, tapi ini sesungguhnya adalah jalan masa depan, peluang bagi masyarakat desa agar bisa semakin percaya diri, semakin siap menambah nilai dan semakin kompetitif menghadapi dunia kerja,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Lebih jauh, ia memaparkan bahwa penggodokan SDM desa ini sangat sinkron dengan visi pembangunan nasional—khususnya butir Astacita keenam Presiden Prabowo Subianto—yang menargetkan pemerataan kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan yang berakar dari desa.
Ke depannya, ia mewanti-wanti agar desa bisa disulap menjadi ekosistem yang kondusif untuk menimba ilmu, merintis karier, dan membangun kehidupan yang nyaman. Jika ini terwujud, gelombang urbanisasi ke perkotaan demi mencari penghidupan yang layak bisa ditekan.
Dengan fondasi kualitas SDM yang mumpuni, ia menaruh optimisme tinggi bahwa desa kelak akan bertransformasi menjadi kutub pertumbuhan ekonomi baru yang tangguh, sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi laju pembangunan nasional yang berkelanjutan.















Respon (1)
Komentar ditutup.